Lamborghini Huracán LP 610-4 t

CARA SYAITAN MERUSAK IMAN SESEORANG YANG AKAN MATI

Allah telah menyerukan kepada segenap kaum mukmin untuk bersungguh-sungguh untuk memasuki agama Islam ini untuk menjadi hamba Allah yang konsekwen terhadap keimanan dan keislaman yang kita miliki selama ini. Sebagai orang beriman haruslah mampu menghadang, jangan sampai terperdaya oleh rayuan dan bujukan syaitan, karena syaitan benar-benar musuh yang nyata bagi setiap manusia. Syaitan terus menerus menggoda, merayu, membisik ke hati manusia dengan segala macam bentuk kejahatan, yang semuanya itu mengajak manusia kejalan yang sesat, sehingga dalam hidup ini bisa lepas dari iman dan bisa melepas pula dari ajaran agama islam yang sesungguhnya.
Artinya:


Syaitan selalu berbisik kepada manusia untuk menakut-nakuti dengan kemiskinan, dan dia selalu mengajak terus-menerus kepada manusia, agar berbuat jahat dalam kehidupan ini. Firman Allah yang artinya:

Memang segala langkah syaitan itu menunjukan kejahatan untuk itu janganlah sampai langkahnya kita ikuti, karena syaitan musuh yang nyata bagi manusia. Allah berfirman:


"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam (secara) keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan, sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu" (QS. Al Baqarah : 208).
Firman Allah: "Syaitan menjanjikan (Menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruhmu berbuat kejahatan" (QS. Al Baqarah : 260).
Firman Allah: "Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengada-ngadakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui" (QS. Al Baqarah : 169). Sekalipun orang itu benar-benar sudah beriman, akan tetap syaitan terus berusaha mengajak agar itu menjadi kafir.


Allah berfirman : yang artinya: "seperti (Rayuan) syaitan ketika dia berkata kepada manusia : kafirlah kamu"
Mengenai syaitan merusak iman seseorang menjelang maut itu, maka kita bisa mengambil keterang dari kitab Al Gazali, bahawasanya iblis memerintahkan kepada segenap tentaranya yang menjalin kerja sama dengan syaitan yang tugasnya adalah khusus kepada setiap manusia. Saat-saat manusia mengalami sakharatul maut, maka syaitan-syaitan itu datang kepada penderita, yakni orang yang akan mati. Syaitan saat itu datang menyamar seperti orang-orang yang dicintai oleh si penderita, padahan orang tersebut telah lebih lama dahulu meninggal dunia. Menyamar seperti bapak atau ibunya, kakak atau adiknya dan juga atau anaknya, atau siapa saja yang dicintainya. Dalam keadaan menyamar sedemikian itu, maka mereka sedang duduk di sebelah kananya atau ada di sebelah kirinya dan sambil mengusap-ngusap kepalanya si penderita tadi. Dalam keadaan menyamar syaitan tersebut berkata dengan merayu yang sangat menawan hati : Mungkin sebentarlagi kamu akan mati, kami telah mengalaminya terlebih dahulu. Kami merasa bahwa mati sebagai yahudi dan nasrani itu adalah yang lebih baik. Oleh karena itu lebih baik kamu mati dalam keadaan yahudi atau nasrani saja. Maka cara mati Yahudi atau nasrani itu tidak sulit sama sekali. Dan begitulah syaitan berusah terus menerus mengajak dengan berbagai macam yang bisa melalaikan dan menjerumuskan kepada kesesatan, agar manusia itu mati dalam keadaam kafir atau su'ul khatimah. Bila sipenderita itu terasa haus, maka syaitan itu membawa segelas yang berisi air susu yang menarik, akan tetapi gelas yang berisi air itu tak mungkin bisa diminum si penderita tadi, karena merupakan bayangan semu belaka. Bujukan dan rayuan syaitan yang demikian itu agar manusia mati dalam keadaan su'ul khatimah. Na'udzubillaahi min dzaalik.

Diterangkan dalam hadits Nabi Saw, bahawa syaitan pertama datang lalu duduk di atas kepalanya seorang hamba sambil berkata : Tinggalkanlah Agama ini dan ucapkanlah Tuhan ada dua, sehingga sakit yang sangat ini bisa lepas darimu.
Memang hal di atas sangat ditakuti oleh hamba yang beriman kepada Allah, maka hendaklah kita menangis dan bertadlaru, bisa selamat dari siksa tersebut.
Diterangkan pula, bahwa sehbat-hebat mayat adalah dalam keadaan sangat dahaga dan hatinya mereka terbakar. Dalam suasana yang parah itu, maka syaitan berusaha untuk melepas imannya si penderita. Kemudian

Syaitan membawa segelas berisi air yang kental, lalu syaitan itu menggerakkan air dalam gelas, kemudian seorang mukmin itu berkata : Berikanlah air itu kepadaku. Ia tidak mengetahui, bahwasanya itu syaitan, maka syaitan itu berkata kepadanya : Katakanlah, bahwa tidak ada seorangpun yang berbuat di Alam ini, hingga aku memberikan kepadamu. Tetapi bagi orang yang beruntung tentunya diam dan tidak mau menjawabnya.

Lalu syaitan mendatangi si penderita di sekitar kedua telapak kakinya orang beriman, sambil mengerakkan gelas kepadanya. Maka berkatalah orang beriman : Berikanlah air itu kepadaku. Lalu syaitan mengatakan : Katakan, bahwa Rasulullah itu dusta, sehingga air ini aku berikan kepadamu.

Tetapi bagi oran yang mendapatkan kebahagiaan, tetap kuat tidak mau menirukan perkataan syaitan itu, dia lebih berfikir siapa sebenarnya yang berada di depannya sambil berkata tersebut.
Berkaitan dengan hal itu, maka hal tersebut pernah diriwayatkan oleh Abu Zakariyah, bahwa dia sewaktu kedatangan maut, maka saat itu pula ada temannya yang menjenguk kepadanya, padahal ia dalam keadaan sakharatul maut. Memang teman itu menuntunnya dengan bacaan : Laa ilaaha illallaah muhammadun rasuulullah. Tapi sayang Abu Zakariya saat itu memaling dan tidak mau menyahutnya. Temannya tadi menuntun yang kedua kalinya membaca kalimat syahadat, tetapi Abu Zakariyah tetap memalingkan mukanya, dan yang ketiga kalinya, dia berkata bahwa aku tak mau mengucapkannya.

Akan tetapi bagi orang yang celaka menyahutnya secara spontanitas apa yang di ucapkan syaitan tadi, dikarenakan ketidak sabaran merasakan dahaga saat itu, sehingga orang yang sedemikian itu mati dalam keadaan kafir.